Jumat, 11 April 2014

Kecerdasan Manusia menurut Howard Gardner


Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Tuhan Sang Pencipta Agung kepada manusia dan yang menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus.


Howard Gardner mengatakan:
  • Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap
  • Ia bagaikan kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan
  • Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah; kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan; kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat
Banyak yang beranggapan bahwa kesuksesan seseorang ditentukan oleh IQ yang tinggi, ternyata hal itu tidak selalu benar. IQ yang tinggi tidak selalu menjamin seseorang berhasil dalam hidupnya, bukankah banyak dari mereka yang ber IQ tinggi dikabarkan gagal dalam hidupnya, dipenjarakan karena korupsi, bangkrut dari usaha yang dibangun dari nol, stress bahkan ada yang bunuh diri? Dengan berjalannya waktu dan dengan diketemukannya kecerdasan lainnya seperti Kecerdasan Emosi (Emotional Quotien-Daniel Goleman), Kecerdasan Majemuk (Multiple Intellegence-Howard Gardner), Kecerdasan Memecahkan Kesulitan (Adversity Intellegence - Paul Scholtz), Kecerdasan Spritual (Spritual Qoutien-Dannah Z & Ian Marshall) serta  kecerdasan lainnya (konon katanya ada 150 kecerdasan manusia... hmmmm banyak sekali ya...), seseorang, dari ana-anak sampai orang dewasa, dapat mempelajari dan meningkatkan dirinya dengan penemuan-penemuan kecerdasan tersebut.

Mari kita semua yang bijak akan membimbing dan mengarahkan anak-anak kita dengan penemuan teori-teori  kecerdasan tersebut di atas, tidak hanya bertumpu kepada Kecerdasan Intelektual (Intelectual Quotient - Alfred Binet) saja. Sudah banyak sekarang orang tua termasuk khususnya para pendidik dari berbagai jenjang pendidikan / sekolah yang menerapkan teori-teori kecerdasan tersebut di atas. Nah bagi pengunjung dan sahabat bersedia belajar yang belum menerapkan teori-teori kecerdasan tersebut dalam proses pola asuh / pola ajarnya, segera mulai menerapkannya dalam pola asuh / pola ajar anak didiknya untuk mencapai apa yang disebut mencapai "keberhasilan hidup", mencapai kehidupan yang maksimal sebagai pribadi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar