Pecinta burung pleci atau yang lebih dikenal dengan sebutan PLEMAN atau Pleci Mania tentu saja sangat mendambakan burung Pleci peliharaan mereka bisa berbunyi dengan rajin dan volume yang keras atau tembus. Berbagai setelan perawatan mereka lakukan, mulai dari pemberian pakan yang mahal, metode penjemuran yang berbagai macam, metode mandi dan lain-lain. Akan tetapi, usaha tersebut belum tentu akan menunjukkan hasil yang memuaskan.
Perawatan burung Pleci memang membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang luar biasa. Akan tetapi banyak Pleci Mania yang belum menyadari bahwa sebenarnya kunci kesuksesan dalam perawatan burung istimewa ini terletak pada pengenalan karakter dari burung Pleci tersebut. Setiap burung mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga, jika anda ingin sukses dalam perawatan burung kecil ini, maka pahamilah burung Pleci yang anda pelihara.
Sebagai contoh, saya akan membagi pengalaman dalam memelihara Pleci. Pleci yang saya beri nama ALAS ROBAN ini saya dapat dari gropyokan dengan harga hanya sebesar 15 ribu rupiah saja. Akan tetapi, sekarang harganya sudah tembus 3,5 juta. Pleci dengan tipe ngerol ini mempunyai suara tembakan andalan kenari dan love bird (mungkin memang masteran dirumah adalah burung kenari dan love bird).
Perawatan ALAS ROBAN juga sangat simpel, asal kita sudah paham bagaimana mau burung, maka kita akan enak dalam perawatan hariannya. Voer yg diberikan juga tidak perlu voer mahal, karena belum tentu voer tersebut akan disukai si burung. Akan tetapi, jika dengan diberi voer bemerk burung menjadi lebih gacor, tentu tidak ada salahnya.
Dalam hal mandi, ALAS ROBAN sangat suka mandi malam. Biasanya saya mandikan sekitar pukul 22.00 atau 23.00, dan setelan mandi diberi UH 1 ekor atau sedikit kroto. Ketika dibawa kelepangan, ALAS ROBAN tidak mau bila dikoloni dengan burung lain, dia hanya mau dengan ces nya saja. Bila dipaksa dikoloni, maka ketika tampil dia akan loncat-loncat atau tidak nagen.
Satu lagi yang menjadi kunci, selalu lihat kondisi burung ketika akan dilombakan. Jangan sekali-kali memaksa burung untuk tampil krtika kondisi burung tidak fit. Hal ini akan menurunkan mentalitas burung ketika dilombakan di waktu berikutnya.
SUKSES SELALU BUAT SEMUA PLEMAN DI INDONESIA
SEKIAN, SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar